Saat malam terus berjalan sebesit
harapan menghampiri hayalku. Mengingatkanku padamu dan pada kejadin itu.
Kejadian yang tak mudah kulupakan. airmataku seketika mengalir bagaikan keran
yang tak di tampung oleh kendi. Makin lama tanpa kusadari air mataku makin
melimph ruah. Mengingat hal yang begitu menyakitkan bagiku.
Detik demi detik t’lah ku lewati
dengan air mata, air mata yang membuatku sedikit tenang akan kejadian yang tak
akan pernah ku duga selama ini. kau yang ku kira setia ternyata mendua. Kau tak
tak bagaimana rasaa sakit hatiku saat itu.
Entah betapa rapuhnya hatiku
saat melihatmu dengannya, di depan mataku, kau tak memperdulikan apapun yang sedang
ku lakukan. Aku hanya berharap kejaiban akan datang padaku saat melihat engkau
seperti itu .
Aku hanya berdoa pada tuhan
semoga apa yang ku harapkan terjadi tak akan terulag lagi kejadian yang seperti
ini, rasa perih, pedih, sakit, senang, semua terlupakan dengan kejadian ini.
Aku selalu teringat dengn malam itu.
“Katanya kamu mau kerumah aku
tapi kok malah di mall, kamu sama siapa?mama kamu?, adik kamu?” tanyaku saat ku
sedang jalan-jalan di suata mall
“Hmmm.... aku , aku hmmm aku
sendirian kok” jawabnya terbata-bata
“Kok gugup gitu kalo kmu sendiri
biasa ajah dong ga usah gugup seperti itu” jawabku
Saat itupun ada seorang
perempuan cntik yang mendatangi kami berdua, lalu perempuan itu berbicara.
“Ini siapa yang? Temen kamu?”
tanya perempuan
“Aya.... hmmmmm..... dya temen
aku”
“Oh temen kamu” sahut perempuan
itu
“Apa! Kamu bilang aku temen
kamu, sudah 2 tahun kita bersama menjalin kasih tapi kamu anggap aku hanya teman kamu, kamu
keterlaluan ton, kamu ga ngerti perasaan aku.” Jawabku seraya menahan tangis
yang hampir membelenggu
“Lo siapa sih pacarnya anton?”
taya perepuan yang sekarang sedang merangkul anton
“Eh, enak ajah dia bukan pacar
aku. sayang, pacar aku kan Cuma kamu seorang” sahut anton yang tak memperdulikan
aku.
“Anton! Kamu tuh tega banget
sih. Kita tuh udah lama selalu bareng-bareng tapi kamu malah mencampakkan aku
kaya gini! Sumpah kamu tuh arghh!!!!!”
aku pun berlari meninggalkan
anton dan perempuan itu, sungguh sakit sekali hatiku melihatnya dengan
perempuan lain. Sedangkan aku tak di hargainya sedikitpun. Padahal apapun yang
ia inginkan selalu aku turuti. Tapi apakah ini balasn untukku yang selalu
perduli terhadap kekasih yang sudah 24 bulan selalu bersamaku.Hal yang tak
perah ku kira kini terjadi, sungguh malang nasibku saat ini.
“Non, non kiran bangun on
srapannya sudah siap, ibu dan yang lain juga sudah dibawah” seseorang
memanggilku dari balik daun pintuh, sebentar lagi aku baru selesai mandi mba
idah” sahutku.
Mba idah adalah pembantu rumah
tanggaku yang sudah mengabdi semenjak 24 tahun yang lalu, ia mengabdi pada
keluargaku saat umurku sudah mengijak 3 tahun.
Aku bergegas untuk sarapan di
meja makan, aku selalu duduk di antara mama dan adiku tio.
“Selamat pagi semua, maaf aku
kesiangan” sapaku
“Kak?’ tanya adikku tio yang
masih kelas 5 SD
“Hmmm, kenapa?”
“Mata kakak kok sembab sih? Abis
nangis yah? Di putusin pacarnya yah. Hyo ngaku?” tio bertanya seperti wartawan
berita
“Sssttttttt diem udah abisin
sajah sarapan kamu nanti telat loh nanti di setrap giana?” jawabku
“Mah, liat deh mata ka kiran
sembab, abis di putusin ka anton mah” celoteh tio yang bawel
“Hah! K kiran putus sama ka
anton nanti juga dapet pacar bar tuh”jawb susan
Susah adalah adik ku yang
pertama, ia masih remaja, masih menginjak masa pubertas. Ia baru kelas 1 SMA
favorite yang ia sukai.
“Hey, sudah ayo habiskan makanan
kalian, tidak usah mengejek kakak kalian, nanti kalian juga akan merasakan
jatuh cinta” sahut mamaku
“Mah, papah kemana? Kok belom
ada?tanyaku sambil melihat sosok papah yag tidak ada di kursi tempat biasa ia
duduk
“Papah, hmmmm........”
“Selamat pagi anak-anak papah
yang cantik dan tampan” sahut papahku
“Pagi pah, kemana ajah kok baru
dateng” shutku sambil berdiri dan mencium pipi kiri dan kanan papah
“Maaf sayang tadi papah agak
kesiangan, mamah lupa kalo hari ini papah masuk pagi”jawabnya
“Yaudah pa aku pergi kuliah dulu
yah, papa jangan terlalu cape nanti sakit lagi loh”ingatku
“Iya sayang, kamu hati-hati yah”
“Iyah pah”
Lalu aku berlalu meningalkan
meja makan dan beranjak ke mobil yang akan mengantarkanku kekampus. Sesampainya
ke kampus aku langsung menemui temanku lisha, dya sahabat pena ku sejak kecil.
Dari mulai Sd, Smp< hingga Sma aku selalu bersama dengan lisha, hingga
sekarang kuliah akupun 1 jurusan dengannya, aku mengambil jurusan hukum, lisha
pun ikut serta.
“lish gue mau curhat”
“Curhat apaan lagi sih dul” jawabnya
“Gue mergokin anton jalan sama
cewe kurng bahan itu lagi di mall kemarin malam, waktu gue mau ketoko buku”
ucapku
“Lalu dya bilang apa?”
“Dia ga nganggp gue sebagai
pacarnya lish, padahal udah 24 bulan gue lewatin bareng dya. Apapun yang dya
mau gue selalu turutin tapi balesan dya apah. Sakit lishhati gue di giniin sama
dya”
“Kaco deh tuh cowo, udeh ah ran
ga usah di bahas, mending kita kantin yuk laper nih dul belom sarapan, emak ga
masak drumah”celotehnya bawel
“Ih, lu gue kan nanya serius
malah bercanda. Yaudah eh gue temmenin lo ajah”
Lalu kami beranjak ke kantin.
Disana duduk sorang lelaki yang ku mat kenal. Ya itu si anton, kekasih yang
selalu menganggapku adalah temannya, dulu ku berfikir dya adalah teman yang
baik untuk ku jadikan sahabat tetapi etelah kita pacaran 14bulan dya sudah
mulai berubah, sudah mulai jarang mengabariku, jarang datang kerumah dan jarang
menyapaku kalau dikampus. Ternyata selama ini dya nyeeweng di belakangku. Dya
bermain mata denga perempuan lain.
“lish blik ajah deh yuk gue
males ketemu tuh cowo ga bermoral”ajakku
“Yaudah si gausah di gubris,
anggep ajah dya ga ada, lagian dya bis kaya gitu kenapa lo ga bisa ngelakuin
kaya gitu juga” jawab lisha
Seketika aku berfikir apa yang
lisha bilang ada benarnya juga. Di bisa beruat seperti itu mengapa aku tidak
bisa
“Yudah deh yuk, gue temenin lo
aja deh tapi jangan lama-lama yah”
“Yaudah iya mis dudul”
Lalu aku duduk dengan lisha di
salah satu bangku yang kosong, aku melihat nton memperhatikan aku, lalu aku
aggap tidak tau karna aku malas
melihatnya karna keejadian itu.
Seseorang berjalan di
belakangku, dan saat ku menoleh ke meja anton dya tidak ada, ternyata yang
berdiri di belkagku adalah dya. Lalau dya berbicara
“Hi ran, boleh aku duduk disini
nemenin kamu”tanyanya
“Ngapain lo duduk disini, lo
belom puas nyakiti hati kiran dengan kelakuan lo, lo tuh punya otak atu hati ga
sih, gue rasa lo di ciptakan tuhan dengan hati batu dan otk udang” sahut lisha
seraya menghentkkan kaki dan berdiri
“Gue..... gue mau minta maaf ran
sama lo atas kejadian itu, gue khilaf gue mohon lo maafin gue yah plis
“mohonnya padaku
“Maaf mungkin kali ini aku ga
isa maafin kamu, hati aku sudah terlalu sakit kali ini”
“Tapi ku sangat menyesal kiran,
ku mohon kembalilah padaku”dya terus memohon padaku
“Udahlah, kamu sama perempuan
yang bajunya kekurangan bahan itu ajah, ga usah sama aku.” Sentakku seraya
menjauh dan pergi darinya
“Ran....kirannnn tunggu aku
belum selasai bicara” teriaknya
Aku tidak memperdulikan apapun
yang ia katakan aku hanya memikikan hatiku, ku memang sangt menyayanginy, saat
dia memohon ssungguhnya aku sudh memafkannya, rasa cintalah yang membuatku
terus bertahun sejauh ini dengannya. Walaupun dia sering menyakitiku tapi aku
selalu memaafkannya dan selalu menerimanya kembali.
Saat dia jalan dengan perempuan
lain, dan saat mereka nonton dibioskop denga perempuan lain, aaku hanya diam
dan bersbar mungkin inilah takdirku mencintainya sampai akhir hayatku.
Saat ku sedang sakit dan aku
butuh perhatian darinya tapi entah dia berada dimana, saatku menelpon dirinya
pun seorang perempuan dengan nada mendayu-dayu mengangkat telponku, dan
ternyata dia ada di sebuah diskotik dan dia mabuk. Perempuan itu tak sadar saat
menelponku.
saat itu aku berfikir mengapa kali ini di
bgitu tak memperdulikan aku.aku merasa putus asa, aku ingin mengakhiri hidupku
saat itu. Aku tidak memikirkan apapun yang ada di kelilingku. Aku hanya
memikirkan dia, aku, dan perempuan itu. Aku merasa tak berguna, merasa tak
pantas ada di dunia ini. Aku hanya berharap ajal akan datang pada detik ini,
hari ini. Aku merasa tak berguna lagi bagi mereka, keluargaku, temanku, bahkan
kekasihku.
Aku mencoba untuk bunuh diri,
entah aku terlalu putus asa dengan hal ini, aku Cuma bisa menangis di kamar
dengan memegang sebelah pisau yang ada di kamarku. Aku mencoba untuk menyayat
urat nadiku sendiri, aku berfikir INILAH AKHIR DARI HIDUPKU. Tetapi saat ku
sedang ingin menyayat tanganku dengan pisau yng aku pegang, ponsel ku
berdering, dengan perlahan aku meraih ponselku dan ternyata lisha megirimkan
pesan singkat padaku.
“ran, kenapa hari ini lo ga kuliah, kata anak-anak lo
sakit. Lo sakit apa ran?kok ga ngasih kabar ke gue. Gue tadi ngeliat si anton
di depan kelas celingukan nyariin lo, katanya dia mau minta maaf, karna dya lo
jadi sakit dan ga masuk kuliah. Dia juga tadi bawa setangkai bunga mawar putih
dan coklat kesukaan lo. Oya ran cepet sembuh yah, jangan lupa minum obat, dan
istirahat, nanti gue kerumah lo deh pulang ngampus oke!”
Sms
lisha pun aku abaikan, begitu saja, tapi aku berfikir lagi. Apakah anton memang
benar-benar mencariku dan khawatir padaku, tapi bagaimana dengan perempuan itu.
Semua yang ada di benakku berkecambug jadi satu. Air mataku pun semakin lama
semakin melimpah, ku makin merasa putus asa, aku tak perduli apapun yang orang
katakan, aku hanya ingin pergi dari dunia ini. Aku mulai mengambil pisau yang
ada di lantai, aku mulai menaruhnya di atas kulit yang berdektan dengan nadi,
sat aku ingin menusuknya, seseorang mengetuk pintu kamarku, aku pun mersa
kesal, setiap apa yang aku lakukan selalu di ganggu. Aku tak memeperdulikan apa
dan siapa yang ad di balik pintu dan aku melanjutkan aksi bunuh diriku itu.
Lalu aku mendengr pintu kamarku di dobrak, aku tak memperdulikan siapapun yang
mendobrak.
Pintu
kamarku berhasil di dobrak dan aku melihat siapa yang mendobrak aku reflek
langsung menyayat tanganku dan drah mulai bercucuran di lantai dan aku langsung
merasa kesakitn.
“kiran,
apa-apaan sih kamu kaya gini, ga lucu tau ga, kamu fikir dengan semua ini kamu
akan menyelesaikan semua masalah? Engga ran. Ak kesini Cuma mau minta maaf sama
kamu, karna aku sadar kamu yang paling mengerti dan menerima ku apa adanya
tidak seperti yang lain. Kamu beda dnga yang lain” seorang laki-laki berbicara
padaku. Ya dia adalah anton kekasih yang tak perduli padaku . tapi mengapa dia
dtag, sedangkan dia sedang dengan perempuan lain di klub.
Ternyata
ia melihat ponselnya sedang di pakai dengan perempuan itu, anton langsung
merebutnya dan merampasnya dan lngsung menelpon sahabatku lisha. Lisha memberi
tahunya kalau aku sedang sakit. Lalu dengan segera ia datang kerumahku dan
bertemu mama. Mama bilang pada anton kalau aku belum keluar dari tadi pagi.lalu
ia datang kekamarku dan mendorak pintu kamarku dengan rasa khawatirnya yang
begitu besar.
“ngapain
lo disini, lo udah ga perduli lagi kan sam gue, bahkan sampe gue sakit kaya
gini pun lo masih ajah selingkuh di belakang gue. Lo tuh cowo yang ga punya
hati banget tau ga sih . lo slalu mentingin lo sendiri, kepuasan lo sendiri!”
hentakku
Sesaat
dia duduk di depanku dan dia berkata.
“kiran
gue datang kesini karna gue perduli, gue dateng karna gue tulus mau minta maaf
sama lo, gue nyesel udah nglakuin ini semua. Gue harap lo mau maafin gue maafin
semua kelakuan gue slama ini ran. Gue janji gue akan beruah demi lo, gue janji
ran, gue janji”
Mendengar
perkatan itu hatiku sekejap langung luluh, dan aku bertekat untuk memaafkannya
dan berjanji akan berubah dn tak akan pernah mengulangi kejadian ini.
Kini
ku menjalain cinta dengannya lagi, percintaan kali ini memang berbeda dengan
yangkemarin, dan aku berharp semoga selamanya seperti ini.
~The
end~
“jadilah orang yang setia bagi
dirimu, hidupmu, dan semua yang ada di sekelilingmu jangan sia-siakan mereka
yang ada dekatmu, karena suatu saat jika seseorang yang ada di sekelilingmu
sudah tidak ada maka kau akan merasa kesepin”